Artikel Baru dari Super-Bee

Posted by Unknown 0 komentar

Artikel Baru dari Super-Bee

Link to Panduan dan Cara membuat blog | Super-Bee

Grow or Die

Posted: 17 Dec 2012 07:31 AM PST

Grow or Die - Dalam beberapa kesempatan saya mengatakan dalam dunia retail berlaku hukum Grow or Die, tumbuh atau mati. Bagi mereka yang tidak tumbuh maka akan mati secara perlahan. Di manakah logikanya? Jika kita melihat suatu bisnis yang berlangsung baik maka akan segera muncul para pengekor yang suka atau tidak suka memasuki pasar yang sama. Ukuran pesaing tidak selalu sama, tidak perlu lebih besar. Mereka terkadang hadir dalam bentuk yang lebih kecil dan kehadirannya terkadang tidak terasa, tidak mengusik, sehingga tidak mengkhawatirkan. Tetapi mereka hadir di sekitar kita dan akan menggerogoti pangsa pasar sedikit demi sedikit. Jika jumlahnya sedikit maka sedikit pula yang diambilnya, tetapi jika jumlahnya banyak, puluhan atau ratusan, maka akan terasa.

Buktinya apa? Bagi peritel yang sungguh menggunakan data dan mengukur performa tokonya dibanding tahun sebelumnya, maka akan diketahui apakah market share membesar, stagnan, atau menurun. Akan diketahui apakah pertumbuhan dari toko yang ada masih bisa melampaui angka inflasi? Jika tidak maka itu adalah tanda-tanda awal bahwa pasar Anda tergerogoti. Karena itu tumbuh adalah suatu cara untuk memperbesar pasar sehingga jika pertumbuhan generik tidak bagus paling tidak pertumbuhan ekspansiflah yang akan menggantikan hilangnya pangsa pasar.

grow or die
Grow or Die
Pasar Indonesia tentu tidak kurang. Wilayah barat Indonesia khususnya pulau Jawa tentu memiliki pasar yang besar dikarenakan kepadatan penduduk sehingga konsentrasi pertumbuhan menumpuk di wilayah ini. Bagi peritel, tumbuh ke daerah yang kurang padat tidak selalu berarti mengambil pangsa pasar. Lebih sering berarti menyiapkan masa depan sehingga penguasaan daerah-daerah baru lebih dilihat sebagai investasi bagi masa depan manakala pasar menjadi matang dan siap dipetik.

Jika kita melihat ke timur Indonesia, pertumbuhan seperti apakah yang diharapkan? Apakah investasi bagi masa depan ataukah investasi yang segera bisa dinikmati hasilnya. Tampaknya yang terakhir yang lebih sering terjadi sekarang ini. Peritel besar skala nasional yang agresif menggarap Indonesia timur tentu sudah menikmati manisnya buah investasi yang segera bisa dinikmati. Jika di wilayah barat Indonesia setiap investasi harus menghadapi ketatnya persaingan, tidak demikian dengan wilayah timur Indonesia. Kehadiran peritel besar skala nasional kerap kali menjadikannya pemain tunggal sehingga pasar yang kecil pun menjadi sangat besar untuk dinikmati secara mayoritas karena yang dihadapi adalah pemain lokal yang rata-rata berskala kecil.

Rekomendasi Artikel Populer Lainnya:

Pemain lokal daerah ada di sana dengan segala keterbatasannya. Mereka pada umumnya tidak agresif. Hadir di sana sejak kecil lantas tumbuh sangat perlahan tanpa pertumbuhan yang signifikan. Entah karena keterbatasan pengertian akan konsep "tumbuh atau mati" nyatanya sedikit sekali di antara mereka yang tumbuh untuk menguasai pasar atau paling sedikit mampu mempertahankan pangsa pasar.

Tetapi bagi mereka yang memahami konsep "tumbuh atau mati" maka mereka akan terus bergerak. Di dalam perjalanan saya bersentuhan dengan mereka saya melihat dua jenis peritel lokal. Mereka yang menerima ide grow or die lalu bergerak tumbuh sebelum kehadiran peritel besar tetapi ada juga yang berhenti, cukup puas dengan keberadaannya yang sekarang namun bisa dipastikan jika diukur secara benar sesungguhnya mereka kehilangan pangsa pasar.

Peritel lokal yang terus tumbuh juga menguasai pangsa pasar. Kehadiran peritel besar tentu sesuatu yang tidak bisa dihindari namun kelebihan peritel lokal yang bisa dimanfaatkan adalah loyalitas masyarakat terhadap peritel lokal itu. Apakah demikian? Jawabnya "ya" jika peritel itu melakukan pekerjaannya secara benar. Saya melihat beberapa contoh betapa loyalnya masyarakat dengan peritel lokal yang telah melayani mereka selama bertahun-tahun. Ikatan itu akan terbentuk. Tentu saja tidak gratis. Banyak hal yang harus dilakukan. Apakah selama ini peritel telah melakukan upaya terbaiknya untuk melayani pelanggannya? Jika itu yang terjadi maka besar kemungkinan mereka akan bertahan manakala pesaing lain hadir. Apalagi jika pesaing datang dari luar wilayah, belum tentu dia mampu merebut hati pelanggan. Kita telah melihat beberapa kasus di mana peritel besar skala nasional dan multinasional yang tidak berkutik di suatu wilayah yang mayoritas penduduknya loyal kepada peritel lokal. Kita bisa belajar dari beberapa negara yang warganya begitu loyal pada perusahaan milik negaranya juga demikian sehingga memaksa peritel asing hengkang dari negara tersebut dan terpaksa menjual kepada perusahaan milik negara itu. Kita bisa belajar dari kejadian itu, memanfaatkan loyalitas masyarakat melalui upaya terbaik untuk melayani mereka meskipun belum ada pesaing berat yang datang. Peritel lokal yang mengabaikan pelayanan terbaik selagi belum ada pesaing akan paling menderita ketika pesaing baru hadir.

Peluang atau Ancaman

Bagaimana kita melihat keberanian peritel skala besar masuk ke Indonesia timur? Apakah ini peluang atau ancaman? Tergantung siapa yang melihat. Peritel besar tentu bukan bertaruh secara gelap mata. Beberapa fakta sudah menunjukkan bahwa investasi mereka bukanlah investasi "nanti" di masa depan melainkan investasi yang "segera" bisa dinikmati dalam waktu segera. Kecepatan pengembalian investasi jauh lebih menarik dibanding daerah yang memiliki persaingan ketat. Itu membuktikan juga potensi pasar dan peluang besar di Indonesia timur sungguh sangat besar.

Bagi peritel lokal yang tidak siap, kehadiran peritel besar menggarap Indonesia timur merupakan suatu kejutan. Mereka tidak mengira bahwa pasarnya akan digarap oleh pemain besar. Bagi peritel lokal yang kalah dalam banyak hal kehadiran peritel besar merupakan pukulan berat. Kewenangan memberikan ijin usaha yang berada di pemerintah daerah merupakan hal yang baik sekaligus hal yang buruk.

Hal baik karena itu berarti bahwa pemerintah daerah dengan segala kewenangannya itu bisa mengatur sebaik-baiknya untuk kebaikan bagi sebesar-besarnya masyarakat sekaligus di dalamnya bagi pelaku usaha ritel di daerah tersebut.

Menjadi sesuatu yang buruk jika pemerintah daerah tidak memahami bahwa peritel lokal daerahnya tidak siap menghadapi pemain besar. Mereka tidak siap dalam segi pengetahuan pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Mereka tidak siap dengan permodalan. Mereka tidak siap bersaing head to head, berhadapan langsung dengan peritel besar skala nasional yang menang dalam banyak hal.

Sebagai contoh, dalam hal permodalan. Peritel lokal tidak mampu memiliki toko dengan ukuran di atas 4.000 meter persegi. Akibatnya jumlah barang yang ditawarkan tidak akan mampu menyaingi yang ditawarkan oleh peritel besar.

Dalam hal harga. Dengan posisi tawar yang dimiliki oleh peritel besar, di mana negosiasi dilakukan di kantor pusatnya, maka harga barang yang bisa ditawarkan kepada konsumennya tidak akan mampu disamai oleh peritel lokal karena harga pokok pembelian (HPP) yang jelas berbeda antara yang diterima peritel besar dengan peritel lokal di daerah.

Dalam hal distribusi barang. Dengan kemampuannya peritel besar bisa mendatangkan sendiri barang berpuluh-puluh kontainer manakala pasokan di daerah tidak mampu menyediakan pasokan sementara peritel lokal kerap kali menghadapi kekosongan barang akibat lemahnya distribusi barang ke daerahnya.

Potensi pasar Indonesia timur seharusnya bermanfaat bagi sebesar-besarnya masyarakat di sana. Jika salah dalam pengaturannya maka hanya segelintir kecil orang saja yang menikmatinya. by Christian Guswai

Super-Bee

Lowongan Kerja Perum Percetakan Uang RI (Peruri)

Posted: 17 Dec 2012 03:36 AM PST

Lowongan Kerja Perum Percetakan Uang RI (Peruri) - Perum Percetakan Uang Republik Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu?satunya yang dipercaya oleh Negara untuk mencetak uang rupiah (baik uang kertas maupun uang logam) bagi Republik Indonesia. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia saat ini membutuhkan tenaga kerja profesional dan bersemangat untuk mengisi posisi?posisi sebagai berikut:

Perum Percetakan Uang RI (Peruri)


peruri

Persyaratan Umum
  1. Belum menikah.
  2. Berusia maksimal 28 tahun, batas kelahiran tertua tanggal 15 Desember 1984.
  3. IPK minimal 2,8 (dalam skala 4).
  4. Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman kerja di bidangnya.
  5. Bersedia ditempatkan/bekerja di Karawang, Jawa Barat.
  6. Setiap pelamar hanya dapat mengajukan lamaran untuk 1 posisi jabatan.
  7. Membuat Surat Pernyataan yang bertanda tangan di atas materai Rp. 6000,?
  8. yang menyatakan :
    • Kesediaan mematuhi ketentuan yang disepakati bersama (membayar ganti
      rugi/denda jika berhenti sebelum 3 tahun, apabila diterima sebagai
      karyawan Perum Peruri).
    • Belum menikah.
  9. Mengisi aplikasi dengan lengkap di Website LPTUI
  10. (http://asesmen.lptui.com)
  11. Mengirim file softcopy hasil scan (1 file tidak boleh lebih besar dari 150 kb):
    • Ijazah terakhir, 2 sisi
    • Transkrip Nilai, dari semester 1 hingga tamat.
Daftar Online

Dari Tanggal 14 Desember 2012 s/d 21 Desember 2012

Bagi Peserta yang lolos tahap Seleksi Administrasi, pada saat pelaksanaan Seleksi
Tes Tertulis Bahasa Inggris diharuskan membawa berkas?berkas :

  1. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 2 (dua) lembar.
  2. Fotokopi Kartu Indentitas yang masih berlaku (KTP atau SIM).
  3. Surat Lamaran.
  4. Curriculum Vitae/Daftar Riwayat Hidup.
  5. Satu Lembar Fotokopi Ijazah yang dilegalisir.
  6. Satu Lembar Fotokopi Transkrip Nilai Akademik yang dilegalisir.
  7. Surat Pernyataan yang bertanda tangan di atas materai Rp. 6000,? yang
menyatakan :
  • Kesediaan mematuhi ketentuan yang disepakati bersama (membayar ganti rugi/denda jika berhenti sebelum 3 tahun, apabila diterima sebagai karyawan Perum Peruri).
  • Belum menikah.
Lamaran disusun berdasarkan urutan seperti di atas dan dimasukkan ke dalam
map berwarna sesuai Posisi (seperti dalam tabel berikut ini). Tuliskan Nama dan
Nomor Tes pada halaman depan map.

perum percetakan uang ri

Selain itu peserta diwajibkan membawa :
  1. Kartu Identitas asli yang masih berlaku (KTP/SIM).
  2. Pensil 2B.
  3. Pensil HB.
  4. Pena / pulpen.
  5. Penghapus pensil.
  6. Print out Kartu Peserta dari website LPTUI.
Super-Bee
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Artikel Baru dari Super-Bee
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://aljihad99.blogspot.com/2012/12/artikel-baru-dari-super-bee_17.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda

Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of W-Rock.