history of suramadu bridge (surabaya-madura)

Posted by Unknown 1 komentar

Okay, this time I want to tell you about history of Suramadu Bridge.
 
Suramadu is a bridge connecting Java and Madura island. The ramp on Java island exists on Surabaya while the ramp of Madura island exist on Bangkalan. The name of Suramadu is actually an acronym of Sura-baya and Madu-ra.
With its total length reaching 5,438 metres, Suramadu is currently the longest bridge in Indonesia and definitely is the next modern landmark of Indonesia after Monas in Jakarta.
The construction was done separately at three different sides. In both Bangkalan and Surabaya the causeways were built to connect the local road to the bridge, while in the middle the main bridge and the approach bridge were also built.
This two ways bridge contains two lanes, one emergency lane, and one motorcycle lane for each direction.
Officially opened on June 10th, 2009, Suramadu started its history since early of 1960 decade when Prof. Dr. Sedyatmo (whose name is also used for a toll road in Jakarta that acts as main gateway to Soekarno-Hatta International Airport) invented an idea about direct connection between Sumatra and Java.
Since then, the project has involved many pre-development studies to seek what would be affected regarding natural condition and social-economy aspects within the region.
Later at 1986, the project was re-aimed to handle a larger region which would include Bali as the third island, therefore the project was named Tri Nusa Bima Sakti. Since this year, Indonesia also involved technical staffs from Japan.
At December 14th, 1990, Presidential Regulation 55 of 1990 about Surabaya-Madura Bridging Project was issued to build a team to handle this project and to set it as national project.
However, monetary crisis happened in Indonesia in 1997 has suspended some projects from running, including the Suramadu Bridging Project.
In 2000, the local government of East Java has taken the responsibility to continue building the project with help from PT Jasa Marga.
Presidential Regulation 79 of 2003 has included a more specific regional space plan between both side that was hoped to handle the uneven social development between two sides as for a long time, having no land access to the island had limited Madura’s chance to grow as a more well-developed and modern island.
The construction started in August 2003 was stopped at the end of 2004 due to lack of funds, but later was restarted in November 2005 after the economic situation was relieved.
The last part of construction, which is to connect the main span of the bridge has finally done on March 31st, 2009 that marked the accomplishment of a long way development history of Suramadu.
Entrance fare for drivers to access this bridge, effective from June 17th, 2009 at 07.00 am PST is as the following, according to TVOne:
Motorcycle
Grade 1
(4-Wheels Vehicle)
Grade 2
(Vehicle with 2 pairs of rear wheel)
Grade 3
(Vehicle with 3 pairs of rear wheel)
Grade 4
(Vehicle with 4 pairs of rear wheel)
Grade 5
(Vehicle with 5 pairs of rear wheel)
3000 IDR
30000 IDR
45000 IDR
60000 IDR
75000 IDR
90000 IDR
Not so long from the official launch, some parts of the construction, such as screws, lamps, and cables are missing from their place. Rumor has been arisen that the stealing was done by some irresponsible local indigenous of Madura. By the day this post is created, police department are still on the field to investigate this case and the project developer has already reattach the missing items with the new one.


Baca Selengkapnya ....

Tata Cara sholat Tahajud dan Witir

Posted by Unknown 19 komentar
sholat malam
assalamualaikum sob...
Sholat tahajud merupakan salah satu sholat malam yang mana apabila dilaksanakan maka kita akan senantiasa berada dekat dengan Allah dan dimudahkan segala keinginan kita.
Rosulullah SAW bersabda:
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
danjuga : “ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud
Sholat Tahajud harus dilaksanakan setelah tidur. Meskipun waktu pelaksanaanya ditetapkan sejak waktu isya’ hingga shubuh, waktu yang afdhal (waktu utama) untuk melaksanakannya adalah;
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Abu Muslim bertanya kepada Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?” Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Jadi waktu yang paling afdhal sehingga keinginan atau do’a kita ijabah (dikabulkan) adalah 1/3 malam yang terakhir.
Jumlah Raka’at dalam Shalat Tahajud
Raka’at dalam shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit dilaksanakan dalam 2 ( dua ) raka’at. Adapun jumlah yang paling utama adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah.
Tata cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Menurut keterangan Said Ibnu Yazid, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam 13 raka’at dengan tata cara sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud adalah:
1. Pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Baqarah ayat 284-286.
2. Pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Ali Imron 18-19 dan 26-27.
 apabila belum hafal maka dapat diganti dengan surat lainnya.

setelah melakukan sholat malam sebaiknya di lanjutkan dengan melakukan sholat witir. yaitu sholat penutup dari rangkaian sholat malam kita.

Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Shalat Witir adalah shalat sunat yang dikerjakan di malam hari dan jumlah raka'atnya ganjil. Jadi bisa saja shalat witir itu dikerjakan sebanyak satu raka'at, atau tiga, lima, dan seterusnya.
Shalat witir merupakan bagian dari qiyamul lail (shalat malam), karena qiyamul lail itu terdiri dari 2 macam shalat, yaitu tahajjud (yang kita kenal berjumlah 8 raka'at) dan witir (biasanya 3 raka'at).
Istilah qiyamul lail itu bila di bulan Ramadhan berganti menjadi shalat Tarawih. Maka itu shalat Tarawih juga terdiri dari 2 macam shalat sebagaimana sudah disebutkan di atas.
Yang menjadi permasalahan yang akan kita bahas adalah bagaimana cara mengerjakan witir bila 3 raka'at? Apakah dengan cara 2 kali salam (yakni 3 raka'at dipecah 2 raka'at kemudian salam dan 1 raka'at salam) atau dikerjakan cukup dgn satu kali salam?

Hadis Pertama
Aisyah radhiallahu ‘anha menerangkan tentang shalatnya Rasul di bulan Ramadhan,
“Rasul b tidak pernah shalat malam lebih dari 11 raka'at, baik di bulan Ramadhan maupun diluar Ramadhan, yaitu beliau shalat 4 raka'at, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat 4 raka'at lagi, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat witir 3 raka'at.” (Hr. Bukhori 2/47, Muslim 2/166)
Penjelasan:
1. Perkataan Aisyah, “beliau shalat 4 raka'at”, ini menunjukkan Nabi b melakukan 4 raka'at tersebut dengan sekali salam. Sisi pendalilannya ialah karena sesudah perkataan tersebut, Aisyah mengatakan: tsumma yang artinya kemudian.
2. Demikian juga perkataan Aisyah, “Tsumma/kemudian beliau shalat witir 3 raka'at”, ini berarti witir 3 raka'at itu dikerjakan dengan sekali salam. Jika yang dimaksud tidak demikian, sudah barang tentu Aisyah akan menerangkannya. Tentunya bagi yang mengerti bahasa, akan mudah menangkap dan memahami perkataan Aisyah di atas.
Hal ini makin jelas kalau kita perhatikan perkataan Aisyah bahwa nabi shalat 4 rakaat, itu menunjukkan bahwa nabi mengerjakannya dengan satu kali salam, tentunya witir 3 rakaat juga dengan sekali salam.

Hadis Kedua
Dari Abu Ayyub, ia berkata, telah bersabda Rasulullah, “Witir itu adalah haq, maka bagi yang mau witir dengan 5 raka'at maka kerjakanlah, dan bagi yang mau witir dengan 3 raka'at maka kerjakanlah, dan bagi yang mau witir dengan 1 raka'at maka kerjakanlah.” (Hr. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, dan Nasa’i)
Penjelasan:
1. Bahwa witir itu adalah haq, maksudnya ialah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Ini menunjukkan bahwa shalat witir itu sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
2. Boleh witir dengan 5, 3, atau 1 raka'at, yang dikerjakan dengan satu kali salam dan satu tahiyat.

Hadis Ketiga
Dari Ubay Bin Ka’ab, ia berkata:
“Sesungguhnya Nabi biasa membaca dalam shalat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka'at pertama -red), kemudian di raka'at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka'at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan beliau tidak salam kecuali di raka'at yang akhir.” (Hr. Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)
Penjelasan:
Perkataan Ubay Bin Ka’ab, “dan beliau tidak salam kecuali di raka'at yang akhir”, jelas ini menunjukkan bahwa tiga raka'at shalat witir yang dikerjakan nabi itu dengan satu kali salam.

Hadis Keempat
Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda,
“Janganlah kamu witir dengan 3 raka’at, tetapi witirlah dengan 5 raka’at atau 7 raka’at, dan janganlah kamu menyamakannya dengan shalat Maghrib.” (Hr. Daruquthni)
Penjelasan:
1. Dari keempat hadis yang telah dibawakan di atas, dapat kita pahami bahwa nabi pernah witir dengan 3 raka'at, dan beliau juga memerintahkannya.
2. Sabda Nabi b, “Janganlah kamu witir dengan 3 raka’at”, maka maksud dari larangan ini telah dijelaskan sendiri oleh nabi pada bagian akhir hadis, yaitu: “janganlah kamu menyamakan-nya dengan shalat Maghrib”.
3. Tata cara pengerjaan witir yang 3 raka’at itu haruslah berbeda dgn tata cara shalat Maghrib.
Cara yang memungkinkan agar witir 3 raka’at itu berbeda dengan shalat Maghrib hanya bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
Pertama, Memecah witir 3 raka’at menjadi 2 kali salam (2 dan 1 raka’at);
Kedua, Tiga raka’at penuh dengan sekali salam dan tanpa tasyahud awal.
Namun demikian, tidaklah tepat membedakan witir dengan shalat Maghrib itu dengan cara memecah witir yang 3 raka'at menjadi 2 kali salam. Sebab pendapat ini tidak didukung dalil dari nabi, selain itu Hadis pertama hingga hadis keempat ini sangat tegas menunjukkan bahwa witir 3 raka'at dilakukan dengan hanya satu kali salam, dan inilah yang terbaik, sebab ini merupakan amalan Rasulullah b.
Adapun dalil yang dipakai oleh mereka yang membolehkan witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu dengan hadis bahwa shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat (maksudnya setiap 2 rakaat salam, maka cara pendalilan ini tidak tepat lantaran dalilnya bersifat umum. Padahal dalil-dalil tentang shalat witir adalah sudah ada, jelas dan tegas semuanya dengan satu kali salam, yakni di rakaat terakhir, baik itu witir 1 rakaat, 3, 5, dan seterusnya. Dalam kasus ini, dalil umum harus ditinggalkan karena sudah ada dalil yang bersifat khusus.
Dengan demikian agar shalat witir itu berbeda dengan shalat Maghrib, maka witir 3 raka'at dilakukan satu kali salam dan tanpa tasyahud awal (dengan kata lain cukuplah dengan satu tasyahud di akhir raka’at saja), sebab shalat Maghrib dilakukan dengan 2 tasyahud.
Wallahu a’lam bishshowab.
intinya begini :
1. Niat (sholat witir 1 rakaat)
2. Takbiratul ihram (allahu akbar)
3. Bacaan lafadz al-iftitah
4. Bacaan surat al-fatihah
5. Bacaan surat al-'ahlaa (kalau bisa, kalau gak bisa...boleh dibaca dg surat pendek lainnya; adz-dhuha, al-kafiruun, atau at-tiin---pilih salah satunya), kemudian dilanjut dg surat al-falaaq---an-naas dan al-iklas)
6. Ruku' (bacaannya seperti dlm sholat wajib)
7. Tumatninah (berdiri sejenak---sambil membaca rabbana lakalhamdu....dst)
8. Kemudian sujud
9. Duduk tasyahud awal
10. Duduk tasyahud akhir
11. Salam
[Disusun dengan rujukan: Al Masaa-il, Jilid 2, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat; Bagaimana Tarawih dan I’tikaf Rasulullah b, Syaikh Albani]
wassalamualaikum wr. wb.

Baca Selengkapnya ....

Contoh Kata Pengantar PKP yang betul

Posted by Unknown 7 komentar

KATA PENGANTAR
           
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran dalam usaha peningkatan prestasi belajar siswa dan menyelesaikan laporan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dengan baik, lancar dan tepat pada waktunya.
Laporan ini berisikan hasil perbaikan pembelajaran IPS dengan kompetensi dasar ” Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan” kelas V pada semester II tahun pelajara 2009/2010. Tindakan Perbaikan Pembelajaran dilakukan di SD Negeri Kedondong 3 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.
Laporan ini dapat terselesaikan berkat bantuan, bimbingan, pemberian motivasi dari semua fihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1.      Pemerintah Daerah Kabupaten Demak yang telah memberikan izin belajar dan beasiswa kepada peneliti untuk melanjutkan studi S1 PGSD Universitas Terbuka.
2.      Dra. Sri Surtini,M.Pd. selaku supervisor yang telah memberikan bimbingan selama ini kepada peneliti.
3.      Teman sejawat yang telah memberi bantuan, masukan dan dukungan dalam proses pembelajaran.
4.      Kepala SD Negeri Kedondong 3 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak yang telah mengijinkan peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran.
5.      Rekan-rekan guru SD Negeri Kedondong 3 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak yang banyak membantu pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
6.      Suami dan anak-anak  tercinta yang selalu memberi motivasi.
7.      Semua pihak yang telah membantu terselesainya laporan ini yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu.
Semoga dengan bantuan, bimbingan dan dorongan yang telah Bapak, Ibu serta teman-teman berikan kepada peneliti dapat menjadi amal ibadah serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT.
Akhirnya peneliti berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca demi kebaikan di masa yang akan datang.

                                                                        Demak,   Mei  2012
                                                           
                                                                                     Peneliti
artikel terkait :

Baca Selengkapnya ....
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of W-Rock.